AIESEC Visit Silo


nurdienisme.com  - Exsperience is the best teacher (pengalaman adalah guru terbaik), begitu kata sebuah pepatah yang menggambarkan bahwa dalam kehidupan,  pengalaman adalah modal besar bagi setiap orang untuk menghadapi berbagai macam kondisi di masa yang akan datang.

Exsperience (pengalaman) tak bisa dipungkiri memiliki pengaruh yang besar dalam berbagai aspek, tak heran saat ini hal tersebut menjadi salah satu metode yang digunakan oleh banyak lembaga atau instansi untuk menerapkan sebuah pembelajaran berbasis pengalaman atau dikenal juga dengan istilah eksperiental learning. Hal inilah yang dilakukan oleh sekolompok mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC (Association International des Etudiants et Scesiences Economique et Commerciales )

AIESEC merupakan organisasi mahasiswa Internasional yang terbentuk sejak tahun 1948. Organisasi ini beroperasi di 100 negara di seluruh Dunia. AIESEC berfokus pada pengembangan kepemimpinan, pengalaman kepemimpinan, hingga partisipasi di Global Learning Enviroment.
AIESEC mengerjakan projek yang mereka buat di berbagai negara termasuk di Indonesia. Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC juga mengenalkan budaya dari negara mereka masing-masing dan juga belajar budaya yang ada di Indonesia. Melalui pengalaman-pengalaman langsung yang mereka dapatkan dari berbagai negara tersebut diharapkan mampu mengasah leadership skill mereka.

Universitas Jember menjadi Kampus yang mendapat program AIESEC, dengan menerima excange partisipants dari berbagai penjuru dunia. Ada 30 Mahasiswa Asing yang berada dibawah naungan Univesitas Jember. Mereka mengikuti program perkuliahan setiap hari Senin sampai Kamis, sedangkan Jum’at dan Sabtu Mereka melakukan visit ke beberapa daerah yang dinilai mempunyai Local Wisdom, salah satunya Kecamatan Silo.

Mengapa Kecamatan Silo?

Kecamatan Silo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jember bagian timur yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Mulai dari Pertanian, Perkebunan Kopi dan Karet, hingga industri  Rotan dan Bambu berkualitas ekspor. Tidak hanya Kekayaan alam, Silo juga memiliki kekayaan budaya yang beragam. Tarian, permainan dan musik tradisional serta bermacam jenis bela diri tradisional juga bisa ditemukan di Silo.

Dengan beragam potensi tersebutlah, Silo menarik perhatian sejumlah mahasiswa AIESEC dari berbagai negara datang ke Silo untuk belajar dan bertukar budaya. Kegiatan Visit Silo yang dilakukan oleh AIESEC difasilitasi oleh Rumah Pintar Jember.

Rumah Pintar Jember sendiri merupakan lembaga yang fokus pada isu-isu pendidikan, pengembangan pendidikan alternatif dan pengelolaan sumber-sumber wisata edukasi. Rumah Pintar Jember  terletak di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Rumah Pintar Jember menjadi mitra Komunitas untuk Jember (KuJe) guna memfasilitasi kunjungan para exchange partisipant dari AIESEC. Ada 13 mahasiswa yang mengikuti kegiatan Visit Silo.

Kegiatan pertama diawali dengan kunjungan para exchange partisipant ke salah satu perkebunan karet yang dikelola oleh PTPN XII Sumber Tengah. Kedatangan AIESEC disambut baik oleh jajaran PTPN XII. Selaras dengan itu, Samsul Hadi sebagai Founder Rumah Pintar juga mengatakan " AIESEC dalam kunjungan ini tidak hanya tamu bagi Rumah Pintar Jember, tapi mereka adalah tamu negara. Oleh karen itu kami berusaha memberikan yang terbaik, salah satunya dengan kolaborasi dengan PTPN XII Sumber Tengah sebagai salah satu BUMN kebanggaan Indonesia yang berada di Silo."

Purwadi, selaku Manajer PTPN XII Sumber Tengah memperkenalkan company profile PTPN XII Sumber Tengah kepada para exchange partisipant mulai dari sejarah hingga beragam kegiatan produksi komoditas karet. Setelah itu, mereka diajak untuk melakukan studi lapang di Perkebunan Karet untuk melihat bagaimana proses produksi dari hulu ke hilir.

Mahasiswi AIESEC melihat produksi karet

Mahasiswi dari AIESEC nampak antusias dan senang mengikuti kegiatan studi lapang tersebut, dan mereka juga akhirnya banyak yang tau bahwa komoditas karet di negara mereka sebagian diimport dari Indonesia, dari tanah Silo. Selain itu para Exchange Partisipant AIESEC terlihat menikmati sekali, apalagi saat disuguhkan makanan dari biji karet. Ada yang suka, takut bahkan heran biji karet bisa dimakan.

mencoba langsung pengambilan karet


Rumah Pintar menjadi tujuan penutup Exchange Participants, disini Mereka sharing & tukar budaya. Selain diskusi pendidikan, Rumah Pintar menampilkan budaya khas Indonesia yaitu Pencak Silat. Atlet-atlet SH TERATE ranting Silo berhasil membuat Exchange Participants histeris lewat atraksi yang ditampilkan. Selain itu, musik patrol Anak-anak Sekolah Alam yang disuguhkan bersamaan dengan Kopi Bubung Mulyorejo membuat mereka semakin terkesima.


atraksi dari Silat SH Teratai

 Mereka merasa senang dan sangat terkesan. “Silo  is Beautiful”. Ungkap para Mahasiswa AIESEC.

penyerahan sertifikat dari AIESEC kepada Founder Rumah Pintar


0 Komentar